2026-09-10
Metode Dujultagi, Apa Bedanya dengan Hanjultagi?
Panduan lengkap metode dujultagi dan hanjultagi untuk menurunkan lipatan kelopak mata ganda yang tebal, perbandingannya, serta klarifikasi mitos seputar operasinya.

Metode untuk menurunkan lipatan kelopak mata ganda yang tebal terbagi menjadi hanjultagi (satu garis) dan dujultagi (dua garis).
Gangnam Seoyeon Plastic Surgery merangkum perbedaan antara kedua metode ini, kandidat yang cocok,
hingga kesalahpahaman yang sering terjadi.
---


■ Kesimpulan Terlebih Dahulu
Dujultagi adalah operasi untuk menurunkan garis lipatan dengan membuat sayatan baru di bawah sayatan lama tanpa memotong atau membuang bekas luka sayatan sebelumnya.
Ini adalah prosedur presisi yang melepaskan adhesi yang ada di atas bekas luka lama
dan mendesain ulang lipatan agar terlipat pada garis baru.
Perbedaan terbesar dengan hanjultagi adalah apakah garis sayatan lama dipotong/dibuang atau tidak.
Jika jumlah kulit mencukupi, hanjultagi akan dipertimbangkan,
sedangkan jika kulit kurang atau garis perlu diturunkan cukup banyak, dujultagi adalah pilihannya.
Menjalani dujultagi tidak berarti Anda harus selalu melakukan koreksi mata (ptosis correction) atau transfer lemak.
Di Gangnam Seoyeon Plastic Surgery, prosedur tambahan hanya dilakukan
pada kurang dari 5 dari setiap 100 pasien dujultagi.
---


■ Apa itu Dujultagi?
Nama medis yang lebih tepat untuk dujultagi adalah
"penurunan garis kelopak mata tanpa memotong bekas luka lama".
Ketika garis kelopak mata terlihat terlalu tinggi atau tebal (mata sosis) setelah operasi kelopak mata,
operasi ini melepaskan lipatan yang melekat pada bekas luka sayatan lama
dan membuat garis sayatan baru di bawahnya untuk menurunkan posisi lipatan.
Dinamakan "dua garis" (dujul) karena satu bekas luka lama tetap ada,
dan satu garis sayatan baru ditambahkan di bawahnya.
Pada akhirnya, kelopak akan terlipat pada garis baru yang lebih rendah,
sehingga garis lama yang tinggi akan tertutupi.
---

■ Kasus yang Membutuhkan Dujultagi
Berikut adalah 5 kasus di Gangnam Seoyeon Plastic Surgery di mana penurunan garis kelopak mata tebal sangat dianjurkan:
① Garis lipatan terlalu tinggi dan ingin diturunkan
Kasus di mana garis dibuat terlalu tinggi pada operasi sebelumnya,
atau garis lipatan alami terlalu tinggi jika dibandingkan dengan proporsi alis.
② Garis lipatan tinggi disertai bekas luka yang dalam
Kasus di mana jaringan parut tebal terbentuk di area sayatan sebelumnya,
membuat garis terlihat tinggi sekaligus terasa kaku dan tidak alami.
③ Kelopak mata tebal seperti sosis (sausage eyes)
Kondisi di mana kelopak mata menjadi tebal dan bengkak akibat pembuangan otot atau jaringan lunak yang berlebihan.
Merujuk pada kondisi di mana kulit di atas garis menonjol seperti sosis.
④ Garis terlalu tinggi dibandingkan jarak antara alis dan mata
Jarak antara alis dan garis kelopak mata terlalu sempit jika dilihat dari proporsi wajah secara keseluruhan.
Bukan hanya tinggi garis itu sendiri, tetapi ketidaksesuaian dengan proporsi wajah juga menjadi target koreksi.
⑤ Garis tampak lebih tinggi karena ptosis (kelemahan otot kelopak mata)
Kekuatan membuka mata melemah sehingga kelopak mata turun,
membuat garis tidak tertutup kulit dan terlihat lebih tinggi.
Karena menurunkan garis saja tanpa mengoreksi ptosis mungkin tidak menyelesaikan masalah,
diagnosis pra-operasi yang tepat sangatlah krusial.
---
■ Hanjultagi vs Dujultagi — Apa Perbedaan Metodenya?
Metode penurunan kelopak mata ganda tebal secara garis besar terbagi menjadi hanjultagi dan dujultagi.
Pilihan metode ditentukan berdasarkan jumlah sisa kulit dan kondisi mata pasien.

[ Hanjultagi — METODE A ]
Metode yang langsung memotong garis sayatan lama.
Kulit di antara garis baru dan garis lama dieksisi (dibuang),
sehingga menurunkan garis sekaligus mengangkat bekas luka yang lama.

Kelebihan:
- Garis lipatan cenderung terlihat lebih rapi dan bersih.
- Kemungkinan terbentuknya lipatan ganda/berlapis (triple fold) lebih rendah daripada dujultagi.
- Teknik bedah relatif lebih sederhana.
Kekurangan:
- Karena melibatkan eksisi kulit, jumlah sisa kulit harus mencukupi.
- Jika dipaksakan memotong saat kulit tidak cukup,
dapat terjadi kondisi ekstrem yang tidak dapat dikoreksi lagi di kemudian hari.
- Sering kali sulit diterapkan kecuali untuk kasus yang memiliki garis tinggi sejak muda lalu kulit mengendur seiring bertambahnya usia.

[ Dujultagi — METODE B ]
Metode di mana garis sayatan lama tidak diganggu, melainkan sayatan baru dibuat di bawahnya.
Adhesi garis lama dilepaskan dan didesain ulang agar terlipat pada garis baru.
Kelebihan:

- Dapat diterapkan bahkan jika kulit kelopak mata tidak cukup/kurang.
- Sangat menguntungkan ketika ingin menurunkan garis dalam jumlah banyak.
- Memungkinkan untuk dilakukan operasi revisi berulang kali jika diperlukan.
Kekurangan:
- Terdapat dua garis bekas luka.
(Bekas luka lama + garis sayatan baru)
- Rentan terbentuk lipatan ganda/berlapis akibat perlengketan ulang (readhesion) dari pengaruh bekas luka lama.
- Hanya dapat dilakukan dengan aman oleh dokter spesialis bedah plastik yang sangat berpengalaman.
Perbandingan Hanjultagi vs Dujultagi:
Item | Hanjultagi | Dujultagi |
Garis Sayatan Lama | Dipotong (dibuang bersama kulit) | Tidak dipotong |
Garis Sayatan Baru | 1 garis termasuk bekas luka lama | Ditambah 1 garis di bawah bekas luka lama |
Jumlah Bekas Luka | 1 garis (termasuk bekas lama) | 2 garis (lama + sayatan baru) |
Kecukupan Kulit | Harus mencukupi | Bisa meski kulit kurang |
Tingkat Penurunan | Terbatas | Relatif lebih banyak |
Risiko Lipatan Berlapis | Rendah | Perlu pencegahan adhesi ulang |
Kemungkinan Revisi | Sulit jika kulit habis | Bisa dilakukan berulang kali |
Tingkat Kemahiran Bedah | Relatif rendah | Tinggi |
Dr. Choi Dong-il dari Gangnam Seoyeon Plastic Surgery telah berulang kali mempresentasikan makalah ilmiah di berbagai konferensi akademik mengenai operasi penurunan kelopak mata ganda tebal, termasuk dujultagi.
Metode yang paling cocok ditentukan setelah memeriksa langsung elastisitas kulit dan kondisi mata Anda.
---

■ 4 Kesalahpahaman tentang Dujultagi — Jawabannya Semua TIDAK
Mencari informasi tentang dujultagi sering kali memicu kekhawatiran yang tidak pasti mengenai efek samping.
Berikut penjelasan atas kesalahpahaman yang sering ditemui di Gangnam Seoyeon Plastic Surgery.
Mitos ① "Dujultagi adalah pilihan metode terakhir"
→ Bukan. Justru hanjultagi yang membuang kulit secara berlebihan yang bisa menjadi metode terakhir.
Hal ini karena setelah kulit dipotong, koreksi lebih lanjut menjadi tidak mungkin.
Dujultagi tidak menghabiskan kulit, sehingga operasi revisi masih dapat dilakukan beberapa kali bila perlu.
Mitos ② "Koreksi bentuk mata (ptosis) wajib dilakukan bersamaan"
→ Tidak wajib. Meskipun ada klinik yang menyarankan koreksi ptosis untuk mencegah lipatan berlapis,
sering kali tindakan tambahan tersebut tidak diperlukan.
Menyelesaikan masalah melalui dujultagi tunggal tanpa menciptakan lipatan berlapis adalah prinsip dan keahlian utama Gangnam Seoyeon.
Mitos ③ "Transfer lemak wajib dilakukan bersamaan"
→ Tidak wajib. Di Gangnam Seoyeon Plastic Surgery, kasus yang memerlukan transfer lemak bersamaan dengan dujultagi
hanya terjadi pada kurang dari 5 dari 100 pasien.
Bahkan ketika terlihat membutuhkan transfer lemak, banyak kasus yang sebenarnya tidak membutuhkannya,
dan prosedur tambahan yang tidak perlu justru dapat memperumit masa pemulihan.
Mitos ④ "Pasti muncul bekas luka berupa undakan (step scar)"
→ Tidak benar. Fenomena di mana kulit secara alami menutupi bagian atas garis sayatan saat garis diturunkan
sering disalahartikan sebagai bekas luka berundak.
Bahkan pada orang yang belum pernah operasi,
tampilan yang sama bisa terlihat jika mereka memiliki garis kelopak mata rendah.
Ini adalah struktur kulit yang alami, bukan bekas luka.
---

■ Fakta Sebenarnya tentang Bekas Luka Berundak
Setelah dujultagi, kulit di atas garis sayatan mungkin tampak sedikit menutupi area di bawahnya.
Sebagian orang menyebutnya sebagai 'step scar' (bekas luka berundak),
tetapi sebenarnya ini adalah struktur alami kelopak mata yang juga ditemukan pada orang tanpa riwayat operasi dengan lipatan rendah.
Semakin rendah garis kelopak, semakin wajar kulit menutupi bagian atas sayatan,
dan menganggapnya sebagai efek samping atau komplikasi adalah sebuah kesalahpahaman.
Namun, karena perlu dibedakan dari undakan yang disebabkan oleh jaringan parut sejati,
sebaiknya periksakan dan konsultasikan secara mendalam sebelum operasi.
---
■ 3 Prinsip Dujultagi Gangnam Seoyeon Plastic Surgery
Tiga prinsip yang dipegang teguh oleh Gangnam Seoyeon Plastic Surgery
saat melakukan operasi penurunan kelopak mata ganda yang tebal.
① Diagnosis presisi oleh dokter spesialis bedah plastik berpengalaman
Menentukan apakah hanjultagi atau dujultagi yang lebih tepat,
serta apakah prosedur penyerta diperlukan, setelah memeriksa elastisitas kulit dan kondisi mata secara langsung.
② Desain personal yang mempertimbangkan bentuk mata, kondisi, dan keselarasan wajah
Bukan sekadar menurunkan tinggi garis,
tetapi merancang garis yang harmonis bagi setiap individu dengan mempertimbangkan jarak alis dan proporsi keseluruhan wajah.
③ Perencanaan matang + pembedahan teliti untuk meminimalkan kerusakan jaringan
Dujultagi adalah operasi presisi yang dilakukan tepat di bawah jaringan parut yang sudah ada.
Kami meminimalkan kerusakan jaringan untuk mencegah adhesi ulang dan menciptakan garis lipatan alami tanpa kerutan bertumpuk.
Dr. Choi Dong-il telah memberikan banyak kuliah ilmiah pada konferensi akademik
dengan topik perbaikan kelopak mata tebal (dujultagi).
---
■ Informasi Prosedur
Durasi Operasi | 30~60 menit |
Metode Anestesi | Lokal atau Sedasi Tidur |
Kunjungan Perawatan | 1~2 kali |
Pelepasan Jahitan | Setelah 4~12 hari |
Rawat Inap | Pulang di hari yang sama |
Kembali Beraktivitas | Setelah 3~7 hari |
Hasil Akhir Terlihat | Setelah 3~6 bulan |
--


■ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Apa itu metode dujultagi?
A. Dujultagi adalah operasi untuk menurunkan garis lipatan dengan membuat sayatan baru di bawah sayatan sebelumnya tanpa memotong bekas luka lama.
Metode ini melepaskan adhesi lipatan pada bekas luka sebelumnya
dan mengaturnya kembali agar terlipat pada garis baru yang lebih rendah.
Disebut 'dujultagi' (dua garis) karena menghasilkan total dua garis, yaitu bekas luka lama ditambah garis sayatan baru.
Q2. Mana yang lebih baik antara hanjultagi dan dujultagi?
A. Tidak ada metode yang secara mutlak lebih baik;
metode yang paling sesuai tergantung pada sisa kulit dan kondisi mata Anda.
Jika kulit cukup banyak, hanjultagi dapat dipilih; jika kulit kurang atau Anda ingin menurunkan garis secara signifikan, dujultagi lebih cocok.
Sangat penting untuk mengambil keputusan setelah diagnosis yang akurat.
Q3. Apakah lipatan bertumpuk/berlapis akan muncul setelah dujultagi?
A. Benar bahwa dujultagi memiliki risiko terjadinya lipatan ganda akibat perlengketan ulang (readhesion).
Namun, Anda tidak perlu selalu menggabungkannya dengan koreksi ptosis atau transfer lemak hanya untuk mencegah lipatan ganda.
Jika dilakukan secara teliti oleh tim medis yang terampil,
lipatan bertumpuk sering kali dapat dicegah dengan dujultagi saja tanpa prosedur tambahan.
Q4. Apakah timbulnya bekas luka berundak tidak bisa dihindari?
A. Tertutupnya sayatan oleh kulit akibat garis yang diturunkan
merupakan fenomena alami yang juga terlihat pada mata tanpa operasi dengan garis rendah.
Ini adalah fitur struktural kelopak mata dan berbeda dari jaringan parut berundak.
Semakin banyak garis diturunkan, tampilan ini mungkin akan semakin terlihat jelas.
Q5. Bisakah operasi revisi dilakukan lagi setelah dujultagi?
A. Ya, bisa. Karena dujultagi tidak memotong atau membuang kulit,
kulit Anda tidak berkurang sehingga memungkinkan untuk dioperasi kembali beberapa kali jika diperlukan.
Sebaliknya, karena hanjultagi membuang kulit,
revisi berulang kali dapat menyebabkan kekurangan kulit dan menyulitkan koreksi berikutnya.
Q6. Apakah orang yang sebelumnya dioperasi dengan metode tanam benang (tanpa sayatan) bisa menjalani dujultagi?
A. Pasien yang pernah menjalani metode tanam benang juga bisa menjalani dujultagi pada kasus tertentu.
Namun, pelepasan benang lama mungkin perlu dipertimbangkan terlebih dahulu,
sehingga evaluasi kondisi kelopak mata saat konsultasi pra-operasi sangat diperlukan untuk menentukan metode terbaik.
Q7. Berapa lama masa pemulihan dujultagi?
A. Pelepasan jahitan biasanya dilakukan antara hari ke-4 hingga ke-12,
dan pasien umumnya dapat kembali ke aktivitas sehari-hari setelah 3 hingga 7 hari.
Hasil yang tampak alami akan terbentuk stabil pada bulan ke-3 hingga ke-6.
Waktu pelepasan jahitan dapat bervariasi tergantung pada luas tindakan bedah.
Q8. Bagaimana cara menjadwalkan konsultasi dujultagi di Gangnam Seoyeon Plastic Surgery?
A. Anda dapat melakukan reservasi konsultasi melalui telepon (02-535-8889) atau melalui KakaoTalk Channel.
Jika Anda memeriksa kasus sebelum dan sesudah yang mirip dengan kondisi mata Anda terlebih dahulu melalui fitur pencarian kasus serupa di knsy.co.kr,
konsultasi dapat berlangsung lebih spesifik dan mendalam.
Jam operasional klinik: Hari kerja 09:30~18:30, Sabtu 09:30~16:30.
---
* Setelah operasi, efek samping seperti pendarahan, infeksi, dan peradangan dapat terjadi tergantung kondisi individu,
serta tingkat kepuasan subjektif dapat bervariasi pada setiap pasien.
Harap pastikan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana pembedahan melalui konsultasi langsung dengan dokter spesialis bedah plastik.
---
#MetodeDujultagi #Dujultagi #Hanjultagi #TurunkanKelopakMata #KelopakMataTebal #MataSosis #RevisiKelopakMata #GangnamSeoyeonPlasticSurgery #StasiunSinsa

Dr. Choi Dong-il
Spesialis Bedah Plastik
Kini) Direktur Utama Gangnam Seoyeon Plastic Surgery (2015~sekarang)
Mantan) Direktur BK Plastic Surgery (2011~2013)
Mantan) Direktur Regen Plastic Surgery (2013~2015)
Profesor Klinis Luar Biasa Departemen Bedah Plastik Universitas Korea
Ketua Komite Akademik Kelompok Riset Bedah Mata Perhimpunan Bedah Plastik Korea (KPRS)
Profesor Klinis Luar Biasa Departemen Bedah Plastik Rumah Sakit Gangdong Sacred Heart
Anggota Penuh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Korea (KPRS)
Anggota Penuh Perhimpunan Bedah Plastik Estetik Korea (KSAPS)
Anggota Penuh Perhimpunan Bedah Kraniofasial Korea
Anggota International Confederation for Plastic Reconstructive & Aesthetic Surgery (IPRAS)
Anggota Penuh Perhimpunan Bedah Tangan Korea
Anggota Penuh Asosiasi Dokter Bedah Plastik Korea
Anggota Komite Akademik Perhimpunan Bedah Plastik Korea
Dewan Editorial Ahli Komite Editorial Perhimpunan Bedah Plastik Estetik Korea
Mantan Direktur Keuangan, kini Direktur Informasi Asosiasi Dokter Bedah Plastik Korea
Anggota Komite Informasi & Komunikasi, Komite Humas Perhimpunan Bedah Plastik Estetik Korea
Anggota Penuh Kelompok Riset Bedah Mata Perhimpunan Bedah Plastik Korea
Mantan Direktur Pelaksana Kelompok Riset Bedah Mata Perhimpunan Bedah Plastik Korea
Anggota Penuh Kelompok Riset Bedah Hidung Perhimpunan Bedah Plastik Korea


Gangnam Seoyeon Plastic Surgery Clinic mematuhi peraturan hukum medis. Foto-foto dalam postingan ini diambil dalam kondisi yang sama dengan persetujuan awal dari pasien. Selain itu, harap diperhatikan bahwa efek samping seperti pendarahan, infeksi, dan peradangan dapat terjadi setelah operasi dan prosedur estetika tergantung pada masing-masing individu.
- Sistem Dokter Penanggung Jawab Tunggal: 1 Dokter Spesialis Bedah Plastik - Memahami kondisi mata secara akurat / Hanya merekomendasikan operasi yang benar-benar dibutuhkan - Dilengkapi CCTV di ruang operasi |
Silakan berkunjung tanpa rasa ragu untuk mendapatkan
konsultasi 1:1 langsung dengan dokter spesialis bedah plastik :)
Jika ada pertanyaan atau ingin melakukan konsultasi,
silakan tinggalkan komentar atau hubungi KakaoTalk Plus Friend @강남서연성형외과의원
atau hubungi kami melalui telepon di 02-535-8889 :)





